Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Psychology’ Category

Udara tanpa oksigen

Kemudian aku mematahkan hidungku dan berkaca

Inikah Salahku? Aku lihat hidungku berdarah. Kemudian aku seka dengan sebuah kacamata.

Untuk apa aku diserang saat aku sakit. Apakah aku menghisap ganja ketika aku berumur 10 tahun.

Aku bertanya sampai sekarang dan seakan-akan semua pertanyaan dalam gigiku ini tidak pernah patah bagaikan gigi susu yang telah membusuk seperti gigi usia lanjut tetapi dengan kekuatan yang berbeda sehingga aku tidak dapat melepasnya.

Pembahasan berulang kali seperti hal nya itu hanyalah sebuah karangan cerita dan rekaan yang membuat perut manusia lain terkocok dengan sangat kencang.

Kemudian apakah sebuah baki ketika aku membawakan segenap buah dan kemudian buah tersebut jatuh mereka akan menghantam ku dan mengerogoti aku.

Apa sebuah lawakan ini menjadikan kalian berdua seorang pelawak. Kalian menciptakan panggung dan tokoh kalian dimata kalian sendiri. Kemudian aku mengikuti kalian, karena semua perkataan kalian sangat nyaman untuk diikuti.

Kenyamanan menuju ke sebuah botol minum tanpa tutup dan akan selalu membocorkan air dari segala sisi. Aku mengingat segelintir semua perlakuan dan ketika aku tidak memukulkan tangan ku menuju tembok.

Aku terjatuh dan berarah aku melihat kehawatiran yang aku pikir sangat baik, tapi ternyata semua itu hanyalah kekhawatiran menuju kertas benda mati yang selalu kalian simpan bukan karena darah di daguku.

Kemudian jawaban itu tidak akan kudapatkan kejujurannya karena pada dasarnya siapakah manusia yang jujur pada dirinya sendiri.

Kalian akan terus memberikan ikatan pada jantung kalian sampai berhenti berdetak dan ketika aku terbangun aku tidak dapat membaca lagi pertanyaanku itu.

Ketika aku bangun, aku menjadi kalian.

Advertisements

Read Full Post »

Kecoa Bertingkah

Dilemparkannya Tanah Ke mukanya.

Dilemparkannya Kotoran ke mukanya.

Diperdagangkan suaranya ke dadanya.

Dibelikannya kotoran ke mulutnya.

Dipersemayamkan harta ke dalam matanya,

Ditelan, dilahap, dan dicerna perkataannya.

Read Full Post »

Biadab

perjalanan tercepat sepanjang 100.000 km dilalui dengan sangat cepat. perjalanan 1.000.000 km dilalui dengan kepadatan. perjalanan 5 km dilalui dengan kegagalan. petir dan kilat menyamarkan suara. Apa? maaf tidak terdengar. Bisakah diulangi?
Membutuhkan oksigen bahkan nafas buatan. Langsung saja dimainkan kemaluannya dan disodorkan ke dalam paru-paru sebuah kambing. kemudian kambing itu berubah menjadi hitam. Mereka mengira hidup padahal mereka mati, mereka yang mati mengira mereka Tuhan. lari tercepat sepanjang 500 km bahkan tidak menggunakan kaki sama sekali. Lalu apa yang ada di otak? dengan tangan? dengan mulut? ya benar. Berlari menggunakan mulut adalah cara bertahan hidup yang terbaik menurut kambing hitam tersebut. Kemudian dengan menggunakan mulutnya dia melakukan oral seks, makan, oral seks, makan, dan makan. Diam, diam, dan diam. Seorang pelacur dengan mengenakan mukenah menyapa dan melambaikan tangannya, semua menyauti dengan kegaduhan. Seorang Ustad berlari dan menyapa, semua mengeluarkan kotoran yang paling kotor, dimakannya lalu dilempari ke ibu mereka masing-masing. Ibu mereka menjadikannya sarapan ditambah darah suaminya yang merupakan air minum kambing hitam tersebut. Ketakutan demi ketakutan menyuluti tempat itu. Perlahan-lahan perkosa pelacur tersebut, dan mereka berkata “kau tidak cuman satu bahkan setangah, kau banyak, kau ada seribu”, pelacur tersebut menjawab, “Aku ada seribu, tanpa disadari kau itu adalah aku, kau dapat kumakan, kau dapat ku potong-potong.” “Tidak perlu kau makan aku, tida perlu kau potong-potong aku.” Kemudian dia melebur menjadi beribu-ribu satuan terkecil seperti semacam cacing kremi dengan bentuk yang sangat menjijikan. Kemudian Memasuki pelcaur tersebut melewati vagina nya yang terbentuk seperti gerbang kerajaan berwarna emas. Dimasuki ribuan cacing kremi tersebut, berubahlah pelacur itu menjadi Ulama. Bersih, Suci, dan Biadab.

Read Full Post »

Tanah. Melihat ke bawah tanah dan gali yang dalam.
Temukan sebuah anyaman berupa gigi-gigi dan tulang yang bersisa.
Semua orang menunjuk ke atas, tujuan adalah ke atas. Semua menuju ke atas.
Akankah ada sebuah eskalator atau bahkan elevator untuk berjalan ke ke atas.
Kemudia hanya ada ular berbisa menunggu di sebuah pohon, pohon pun mengeluarkan bisa nya.
Semua akar dan ranting menjalar pelan-pelan. Sampai memenuhi satu danau terdekat.
Menyelam sampai ke permukaan terdalam dan hanya ada sebuah kertas. namun kertas itu tidak basah.
kemudian dibacanyalah kertas itu pelan-pelan.

“Kau Mati. Terima Kasih. Kau Hidup. Aku Berhutang. Hutang Hidup. Aku Nyawa.”

Read Full Post »

Bajingan

Aku adalah bayangan 

Aku tidak dapat memegang cahaya yang bersinar ke permukaan bumi. Labil. Anjing.

Aku ini peraih kesuksesan orang. Berjalan ke atas dengan nafsu gemuruh manusia-manusia lain.

Apakah aku bukan manusia?

mencungkil mata sendiri bahkan ada yang membawakan mata yang baru lagi 

berhasil membawakan mata orang lain maka aku akan tercium bau busuk

bau busuk akan selalu dicari anjing-anjing yang haus akan ketenaran

Apakah mereka anjing? atau bahkan lebih rendah dari anjing?

Wahai semua binatang yang ada, aku tidak peduli kalian menggerogoti ususku bahkan sampai ke jantungku

karena aku akan hidup berkali-kali, bangun berkali-kali, bahkan tumbuh berkali-kali dan terus ke atas.

balas dendam? untuk apa? tidak ada gunanya membalas hal-hal yang terlalu perspektif dan terakumulasi seperti itu.

bajingan.

Read Full Post »

fase

Ke kiri dan ke kanan meyakini petuah dan sumpah serapah. Ketika berjalan menyapa seorang biduan yang senang menjilat kakinya sendiri. Tetapi seorang kambing yang masih muda selalu mempertanyakan jenis rumput yang ia makan. Kemudian seorang petani menghampirinya dan berkata “Jangan kau pertanyakan rumput yang aku pelihara dengan kerja keras ku itu, kau hanyalah binatang, kau tak akan pernah tahu kerja kerasku, kau tidak akan pernah tahu kejadian dimana aku memberi bibit di tanah ini, kau tidak akan pernah tahu ketika aku menginjakkan kaki di dunia ini”. Seekor tupai berkepala dua menghampiri dan membuang buah kesemek yang sudah dimakannya untuk diberikan kepada petani itu. Kemudian salah satu dari tupai tersebut memakan kepalanya yang menjadi ganda tersebut. Sesonggok cairan yang bau menggumpal keluar dari otak tupai tersebut dan menjelma menjadi pemuka agama dan berkata kepada petani tersebut. “Berbaik hatilah kau dengan memberiku makanan, dengan begitu kau akan mendapatkan 100 ekor sapi dariku.” Petani tersebut tidak menyeringai dan menusuk matanya sendiri kemudian keluar 100.000 cacing dan cacing-cacing itu mengerumuni pemuka agama itu. Pemuka agama tersebut menghentak lari ketakutan sambil memegang penisnya. Belatung.

Read Full Post »

Kejadian menggemparkan ini sebenarnya adalah implikasi kejadian dari suatu perilaku seorang vokalis yang berparadigma. paradigma itu adalah Otong dari band Industrial besar di Bandung bernama KOIL. Seperti yang kalian tahu bahwa aksi panggung dari KOIL sering kali diramaikan dengan aksi-aksi yang aneh. 

Aksi-aksi aneh ini berhubungan dengan rantai, wanita, dan gerakan bercengkerama yang unik bahkan bisa dibilang aneh.

Karena saya juga penggemar KOIL walaupun terlambat, karena jujur pada saat KOIL mengeluarkan album megaloblast, saya masih tertarik dengan band-band melodic punk seperti Blink 182, New Found Glory, Rufio, dll. Tetapi ketika dimana bulu-bulu saya mulai terlahir dimana-mana, saya mendengarkan lagu KOIL seperti dosa salah satunya dan saya tertarik sekali dengan cara Otong bernyanyi. Apalagi ketika album Black Light Shines ON keluar.

Mungkin paragraf awal ini terlalu membuat anda bosan. Saya juga berharap kepada para pembaca blog ini supaya selalu “mengisi bensin sebelum mobil dijalankan” jika anda mengerti maksudnya.

Pada tanggal 8 November 2008 kemarin, dimana acara Pangudi Luhur Fair diadakan. KOIL beraksi diatas panggung yang penuh dengan para penonton. Pada saat itu ketika pukul 18.30 kurang lebih, hujan deras mulai turun. Tetapi para manusia yang sudah terikat dengan ambisi KOIL tetap mengerahkan luapan emosi dan ambisi demi berteriak, berlompatan, bernyanyi bersama tepat didepan panggung. Iya benar sekali, para penonton itu kehujanan.

Pada saat itu saya juga berlari dari luar menerobos hujan dan berteduh di bagian atas sekolah untuk menyaksikan KOIL dan melihat para penonton yang cuek dengan kehadiran hujan. Lagu pertama saat itu adalah “Kenyataan dalam Dunia Fantasi”, kemudian dilanjutkan dengan “Nyanyikan Lagu Perang”, kemudian “Aku Lupa, Aku Luka”

Terlihat sebelum membawakan “Aku Lupa, Aku Luka” Otong selalu memakai gitar untuk ikut bermain gitar dalam lagu “Aku Lupa, Aku Luka”

Gitar yang dipakai oleh Otong saat itu adalah tipe SG berwarna putih, akan tetapi karena saya melihat dari kejauhan, saya tidak dapat memastikan bahwa gitar itu adalah asli Gibson atau Epiphone. Kemudian setelah memainkan lagu “Aku Lupa Aku Luka” dimana semua penonton berteriak-berteiak “Lupa! Luka! Luka Luka!….Aku Lupa Luka Luka Luka”. Otong berkata bahwa penonton tidak boleh berkelahi, dan memberikan penawaran yang sangat menggiurkan dan memberi sejuta pertanyaan apakah benar atau tidak di dalam benak saya.

Otong berkata “ Ada yang mau gitar ga?, Ni gitar baru gw beli 2 hari yang lalu!”

Ada yang langsung ribut, ada yang terdiam karena terlalu shock, dan ada juga yang berkata bahwa Otong tidak mungkin melakukan itu.

Tanpa basa-basi Otong mencabut jag dari gitarnya dan berpura-pura melempar gitarnya tetapi tidak jadi. Kemudian untuk yang kedua kalinya Otong berniat seperti ingin melempar gitarnya tetapi tidak jadi lagi. Sesaat saya berpikir bahwa sepertinya Otong tidak mungkin memberikan gitarnya secara cuma-cuma kepada penonton, saya berpikir bahwa mungkin hanya pick yang akan diberikannya. Kemudian Otong berkata “Ni gitar beneran gua lempar ke lo semua, tapi jangan ada yang berantem ya!, Janji Ya!” Kemudian Otong mengambil ancang-ancang untuk melempar gitar lagi dan……………………………(saya tercengang)

Gitar SG putih itu terlempar lumayan tinggi ke atas para penonton yang kehujanan dan jatuh bebas ke tumpukan tangan-tangan basah penonton-penonton liar yang sudah menggila karena tindakan dari Otong. Kemudian terlihat kerumunan manusia-manusia yang memperebutkan gitar SG putih tersebut, sampai akhirnya Otong berteriak kembali “Ayo, Ayo! jangan berebutan jangan berantem!” kemudian setelah Otong berteriak, lagu langsung dimulai lagi dan yang dibawakan adalah “Sistem Kepemilikan” 

Makan tidak makan bersama

Asal Kita berdua punya uang berjuta-juta

Bisalah kita belanja bersukaria bahkan bisa membeli cinta

Peribahasa bodoh yang harus aku dengar

Bagaikan suara halilintar berkumandang memekakkan telinga

dari mulut pemimpin negara sampai para pelawak pemberontak

yang tidak merubah apa-apa

dan para pelajar yang merasa dirinya benar-benar pintar

Kau kira siapa dirimu bisa membeli hidupku 

Mengisi hari bekerja dan patih yang rapuh

Bukan menjadi manusia yang tangguh 

Aku kira siapa diriku mencoba setia dan tunduk padamu

dan kutanya sanggupkah diriku membawa

mimpiku ke dunia yang baru

mengubur mimpiku agar semua bisa makan

Ini negara bodoh yang aku bela

layaknya kekasih yang tercinta tiap jengkal aku

mendaki terasa hampa sebetulnya apa yang kita 

miliki? tak ada kebanggaan terhadap 

diri sendiri? Tidak juga kepemilikan negara

ini? Siapa yang kucacimaki?

Kamu dididik untuk bermimpi

Kamu terbiasa dibohongi

Kamu dikubur ikut bernyanyi

Kamu dihibur ikut bernyanyi

Kamu miskin bodoh dan sombong

Dari yang saya tangkap sewaktu KOIL manggung untuk pertama kalinya sejak album “Black Light Shines On” keluar yaitu di Fame Station, Bandung, Otong berkata bahwa Kaya itu bukan hanya kaya dalam materi atau uang. Kaya ada bermacam-macam, tinggal bagaimana cara manusia memandang bagaimana kekayaan itu datang ke dalam benak masing-masing. Karena yang pastinya setiap manusia mempunyai penafsiran yang berbeda-beda tentang suatu harta atau kekayaan.

Di dalam lagu “Sistem Kepemilikan” dijelaskan bahwa kekayaan dalam materi dapat belanja sepuasnya, makan sepuasnya, bahkan sampai dapat membeli cinta. Apakah perilaku dari otong ini merupakan suatu tolak ukur dimana penafsiran dari kekayaan ditonjolkan.

Kejadian ini sungguh fenomenal bagi diri saya sendiri dimana saya tidak pernah melihat seorang rockstar yang berperilaku seperti itu. Saya sempat berpikir bahwa sudah banyak juga band-band yang melakukan aksi anarki di atas panggung seperti membanting-banting gitar, merusak drum, menjatuhkan dan membanting mic, bahkan sampai menghancurkan televisi kuno. Tetapi untuk yang satu ini saya sungguh terkejut.

Read Full Post »

Older Posts »